22/04/2021

KETUA PCM TAHUNAN BERIKAN PENGUATAN DAN PEMBEKALAN KEPADA KADER MASJID AL-ISTIQOMAH MENJADI IMAM YANG BAIK

Diskusi Ketua PCM Tahunan bersama takmir masjid istiqomah tahunan Jepara

Jeparamu.or.id-Jepara, Al-Istiqomah : Takmir Masjid Al-Istiqomah Tahunan Jepara berupaya terus secara berkesinambungan memberikan motivasi dan penguatan untuk mencetak kadernya. Bertempat di Masjid Al-Istiqomah Tahunan Jepara, Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah, Bapak Eko Sudarmadji, mengundang Ketua PCM Tahunan, Bapak Darwita, untuk memberi pembekalan kepada kader Masjid Al-Istiqomah, Selasa (10 Nopember 2020/ 24 Rabiul Awal 1442). Tampak hadir dalam pembekalan tersebut Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah, Bapak Eko Sudarmadji, Ketua Muhammadiyah Ranting  1 Tahunan, Bapak Adriyanto, Sekretaris Takmir, Bapak Agung Wibowo, Bendahara Takmir, Bapak Susilo dan para kader masjid seperit Ramzidhia Alifadhil Razaan, Hero Najamuddin Abdullah, Syarifudin Dani Putra Ahmad, Zulfikar, Raditya Navista dan Muhammad Wildan Nur Adriyanto.

Sekretaris Takmir Masjid Al-Istiqomah, Bapak Agung Wibowo menjelaskan bahwa beberapa pada hari sebelumnya untuk mewujudkan rencana penguatan dan pembekalan terhadap kader masjid tersebut telah dilakukan koordinasi dengan narasumber.”Kemarin kita telah sowan ke rumah Bapak Darwita dan mohon kepada beliau untuk memberikan penguatan dan pembekalan kepada kader kita dan Alhamdulillah, Bapak Darwita ada waktu untuk hal tersebut,” terang Bapak Agung.

Ia menambahkan bahwa penguatan dan pembekalan ini akan dilakukan tidak hanya malam ini tetapi akan dilakukan berkesinambungan. “Insya Allah, di lain waktu, kita akan mengagendakan dengan Bapak Darwita untuk pembekalan berikutnya. Pembekalan yang pertama kali ini tentang bagaimana menjadi imam yang baik, beliau akan melihat kira-kira apa yang perlu diperbaiki untuk kader kita,” jelas Bapak Agung.

Pertemuan penguatan dan pembekalan malam ini diawali dengan sambutan dari sekretaris pengurus Masjid Al-Istiqomah, Bapak Agung Wibowo yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang hadir. “Kami mengucapkan terima kasih yang pertama kepada Bapak Darwita, selaku Ketua Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Tahunan, Ketua Muhammadiyah Ranting 1 Tahunan,  Bapak Adriyanto, Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Bapak Eko Sudarmadji, Bendahara pengurus Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Bapak Susilo dan kader masjid seperit Ramzidhia Alifadhil Razaan, Hero Najamuddin Abdullah, Syarifudin Dani Putra Ahmad, Zulfikar, Raditya Navista dan Muhammad Wildan Nur Adriyanto,” jelas Bapak Agung.

Ia menambahkan bahwa dalam mengikuti kegiatan ini, adik-adik para kader dibuat santai dan senyaman mungkin.”Jangan tegang, santai saja, nanti para adik dengarkan dengan seksama, Bapak Darwita akan berbagi ilmu terutama untuk malam ini, tentang menjadi imam yang baik, bacaannya bagaimana, perilakunya juga bagaimana,” terang Bapak Agung.

Usai sambutan dari Sekretaris pengurus masjid, tidak lupa Ketua Takmir Majid Al-Istiqomah juga memberikan penguatan dan motivasi terhadap kadernya. “Kami selaku Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah menyampaikan rasa terima kasih sekali terutama kepada Bapak Darwita yang berkenan untuk berbagi ilmu kepada kader kami. Juga kepada adik-adik para kader yang tetap dengan semangat memenuhi undangan kami untuk menimba ilmu kepada Bapak Darwita,” tutur Bapak Eko.

“Kalau saya perhatikan ketika diawal-awal adik-adik ini berlatih, memang masing ada kelemahannya. Namun dengan seiring berjalannya waktu dan seringnya adik-adik berlatih, kelemahan tersebut sedikit demi sedikit dapat tertutupi. Dan Alhamdulillah, sekarang ini mulai ada kepercayaan diri yang tertanam dalam mental kader kita,” imbuh Bapak Eko.

“Kalian semua nantinyalah yang akan meneruskan perjuangan para orang tua, dan kaderisasi memang sesuatu yang harus dipersiapkan walaupun kadang-kadang kita sulit untuk mempersiapkannya. Pengkaderan pasti akan mengalami kendala-kendala,  kesulitan-kesulitan karena berbagai macam persoalan. Kader itu adalah inti dari suatu organisasi, untuk kita akan mempersiapkan kader tersebut. Untuk itulah kalian semua semua sebagai kader Masjid Al-Istiqomah sebagai penggantinya nanti. Kita berharap tidak hanya sebagai imam tapi sebagai dai-dai minimal di lingkungan kita dulu. Kami berharap 7 diantara kader yang sekarang ini, syukur-syukur dapat menjadi Da’i/ustadz sesuai dengan bidangnya masing-masing. Silahkan selesaikan  kuliah masing-masing, ada yang misalnya sebagai guru, alangkah baiknya menjadi guru sekaligus bisa sebagai ustadz yang bisa berdakwah, silahkan menjadi dokter, alangkah juga baiknya menjadi dokter yang sekaligus juga bisa menjadi ustadz yang pintar berdakwah dan seterusnya. Pembekalan ini dimanapun kalian berada, mungkin ada yang nikah kemudian mengikuti istrinya, akan tetap menjadi kader-kader kebanggaan Masjid Al-Istiqomah, terapkan dan gunakan ilmu yang kalian peroleh saat ini dimanapun kalian berada. Syukur-syukur 7 dari kalian semua ini kami berharap bisa menjadi Da’i,” harap Bapak Eko.

Usai Ketua Takmir Masjid Al-Isiqomah, Bapak Eko memberikan motivasi kepada kadernya, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan dan pembekalan oleh Bapak Darwita. “Alhamdulillah, pada malam ini saya dapat bertemu disini dalam keadaan sehat wal-afiat. Santai saja, kita jagong-jagong mawon, rileks dan tidak perlu tegang. Terima kasih kepada pengurus Masjid Al-Istiqomah yang telah mengundang saya, agar saya diminta untuk berbagi pengalaman dengan para kader Masjid Al-Istqomah. Mari kita berbagi pengalaman, jadi saya tidak terlalu menggurui, pengalaman apa yang ada dalam diri saya, insya Allah akan saya tularkan kepada adik-adik,” terang Bapak Darwita.

“Ada beberap hal yang penting untuk jamaah terutama jamaah kita Muhammadiyah, yang memiliki tempat ibadah, masjid, itu harus selalu dipersiapkan para kadernya yang memakmurkan masjid. Jadi tidak hanya yang mengurusi kebersihan saja tetapi juga seperti imam, muadzin dan juga yang mengisi pengajian-pengajian. Saya sangat bersyukur sekali dan bangga sekali kepada adik-adik semua, saya benar-benar merinding melihat semangat adik-adik kader Masjid Al-Istiqomah Tahunan. Merindingya saya kali ini merasa terharu, senang dan bangga ternyata di Masjdi Al-Istiqomah mempunyai kesadaran, Alhamdulillah, yang mana di tempat-tempat lain itu, yang menjadi imam adalah yang tua-tua saja apalagi tidak ada jadwalnya. Ini tidak mencermin suatu masjid yang dikelola dengan baik, karena baik itu imam, muadzin, maupun yang mengisi pengajian itu harus dipersiapkan untuk para kadernya. Dan Alhamdulillah, di Masjid Al-Istioqomah ini sudah dipersiapkan kadernya,” bangga Bapak Darwita.

“Dan insya Allah kader Masjid Al-Istiqomah yang lahir saat sekarang ini, akan menjadi lebih baik dari yang para orang tua dulu. Apalagi para kader masjid disini yang sudah mengenyam pendidikan di pondok atau pendidikan umum, tapi fokus dalam bidang keagamaan, saya kira sama saja yakni sama-sama mempunyai semangat sebagai penerus,” tutur Bapak Darwita.

Lebih lanjut Bapak Darwita menerangkan bahwa untuk menjadi imam biasanya di masyarakat itu adalah orang yang paling tua, orang yang paling sepuh. Padahal untuk menjadi imam itu ada urut-urutannya yakni yang pertama adalah orang yang fasih dalam bacaan Al-Qur’an atau penguasaan Al-Qur’an. Kalau ada dua orang atau orang yang sama, kefasihannya sama, hebatnya sama dalam bacaan maupun penguasaan Al-Qur’an,  maka cari orang yang mempunyai pemahaman lebih terhadap pelaksanaan sunah-sunah Rosulullah. Dan bilamana ada yang mempunyai kemampuan yang sama lagi, maka baru usia yang paling tua. Dan bila ada yang sama juga, maka yang di cari adalah yang pertama masuk Islamnya, yang paling dulu hijrahnya,” jelas Bapak Darwita.

“Tadi ketika saya melihat kader yang menjadi imam sholat magrib, sudah sangat bagus. Kalau belum bagus akan kelihatan, grogi. Dan insya Allah saya yakin yang lainnya juga sama bagusnya. Jadi mental sangatlah penting, untuk masalah kefasihan, tajwid dan mahrojnya harus sudah memahami. Membaca Al-Quran dengan baik dan benar itu hukumnya wajib, tapi wajibnya itu bukan seperti kalau tidak baik akan berdosa, tidak bergitu pengertiannya tetapi wajibnya itu ketika membaca Al-Quran itu bacaannya di baca dengan baik dan benar,”terang Bapak Darwita.

Setelah Bapak Darwita menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana menjadi imam yang baik dan sangat antusias diikuti oleh para kader Masjid Al-Istiqomah Tahunan, kegiatan selanjutnya diberikan kesempatan untuk tanya jawab. Pada akhir pembekalaan tersebut, Bapak Darwita berpesan kepada para kader Masjid Al-Istiqomah untuk tetap selalu semangat mengikuti apa yang menjadi agenda pengurus masjid.”Setelah malam ini saya berbagi ilmu bagaimana cara menjadi imam yang baik, Inysa Allah, minggu depan kita akan lanjutkanlagi ditempat ini dengan  tema yang lain yakni praktek untuk menjadi imam sholat subuh,” terang Bapak Darwita.

Kegiatan kemudian diakhiri dan ditutup oleh sekretaris Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Bapak Agung Wibowo, dengan berpesan kepada para kadernya apa yang telah Bapak Darwita dalam berbagi ilmunya malam ini tentang bagaimana menjadi imam yang baik, untuk dipahami, didalami, diamalkan dan dipraktekkan dalam kehidupan  yang nyata. “Kami mohon, minggu depan, Jum’at malam sabtu, jangan lupa untuk memperdalam lagi dengan Bapak Darwita dengan tema yang berbeda yakni praktek untuk menjadi imam Sholat Subuh.

Kontributor : Muslim

Total Page Visits: 487 - Today Page Visits: 1