11/05/2021

Keutamaan Puasa 10 Hari Pertama Bulan Ramadan yang Perlu Diketahui

Bulan Ramadan sangat dinantikan oleh umat muslim. Pasalnya, di bulan Ramadan banyak sekali keistimewaan, dari hari pertama hingga hari terakhir.

Dalam ajaran islam, sepuluh hari pertama bulan ramadan disebut hari yang penuh rahmat. Namun, fase ini biasanya menjadi cobaan yang sulit untuk anak. Sebab, adanya perubahan waktu makan, dari yang biasanya dapat makan dan minum kapan saja menjadi harus menahan lapar dan haus hingga waktu berbuka.

Biasanya di hari-hari pertama si Anak akan mengeluh tidak kuat dan meminta berbuka puasa walaupun belum waktunya. Walaupun demikian, Mama tidak boleh goyah dan tetap harus menemani dan melatih si Anak agar terbiasa berpuasa.

Supaya lebih mudah membiasakan anak berpuasa sejak hari pertama, Mama dapat memperkenalkan keutaman-keutamaan puasa 10 hari pertama di bulan Ramadan yang telah di rangkum berikut ini.

  1. Terbukanya pintu rahmat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”

Pada 10 hari pertama di bulan Ramadan, Allah membuka pintu rahmat-Nya untuk setiap hamba yang melakukan puasa, dan dipandang sebagai seorang yang mulia karena menjalankan ibadah sejak awal.

2. Menjadi hamba yang mulia sejak awal

Barang siapa yang menjalankan puasa di sepuluh hari pertama Ramadan artinya menjadi sosok yang mulia di mata Allah sejak awal karena menjalankan perintahnya.

Dengan konsistensi ibadah di sepuluh hari pertama ramadhan akan membuat istiqomah menjalankan ibadah puasa hingga akhir bulan Ramadhan.

3. Memberikan keberuntungan

Puasa Ramadan adalah salah satu ibadah yang terkandung dalam Al-quran. Barang siapa yang melakukannya akan mendapat keberuntungan. Maka dari itu, yuk lakukan puasa Ramadan sejak hari pertama!

Setiap perintah dalam al-Quran pasti mengandung kebaikan, kemaslahatan, keberuntungan, manfaat, keindahan, keberkahan. Sedangkan setiap larangan dalam al-Quran pasti mengandung kerugian, kebinasaan, kehancuran, keburukan (disarikan dari Tafsir Ibnu Katsir (1/200)

4. Menjaga diri dari perbuatan buruk

Jika sedang menjalankan ibadah puasa, secara otomatis kita akan menjauhi hal-hal buruk supaya puasa yang sedang dijalani menjadi berkah dan mendapat pahala.

Maka, puasa sejak 10 hari pertama akan membantu membentengi diri dari perbuatan maksiat sejak awal Ramadhan.

5. Melatih diri untuk mengerjakan amal ibadah sunnah

Setiap orang berlomba berbuat baik di bulan Ramadhan, salah satunya mengerjakan amalan-amalan sunnah. Amalan sunnah yang dapat dilakukan, yaitu salat duha, salat tarawih, salat witir, salat tahajud, dan membaca Al-Quran.

6. Jalan untuk mulai mendekatkan diri pada Al-Quran

Membaca Al-Quran adalah salah satu amalan sunnah yang banyak dilakukan umat muslim di bulan Ramadh   an. Anjuran untuk membaca Al Quran selama bulan Ramadan juga tertera dalam firman Allah sebagai berikut:

Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan adalah tadarus Al-Quran. Tadarus Al-Quran berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan Ramadan.” (QS. Al Baqarah ayat 185)

7. Membiasakan diri untuk salat berjamaah

Setiap malam di bulan Ramadan, umat muslim biasa melakukan salat isya dan tarawih berjamaah. Dengan melaksanakan shalat isya dan tarawih berjamaah, maka akan membuat kita terbiasa shalat berjamaah. 

Shalat berjamaah pun akan mendapat pahala yang lebih besar daripada shalat sendiri.

Dari Ibnu Umar ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

Shalat berjamaah 27 derajat lebih utama daripada shalat sendirian. (HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i-At-Targhib)

8. Mendekatkan diri dengan Allah SWT melalui zikir

Selain membaca Al-Quran, zikir juga merupakan ibadah sunnah yang bisa dilakukan saat bulan Ramadhan. zikir dapat dilakukan kapanpun dan di manapun selama tempat tersebut suci. Hati yang senantiasa berzikir akan selalu teringat pada Allah SWT dan dekat dengannya.

9. Waktu yang tepat untuk memanjatkan doa

Di bulan suci Ramadan, banyak waktu yang mustajab untuk berdoa, yaitu saat berpuasa, saat waktu sahur, saat azan berkumandang, dan saat malam lalatulqadar.

Yuk baca doa-doa ini di 10 hari pertama bulan Ramadhan.

Hari pertama:

“Allaahummaj’al shiyami fihi shiyamash shaaimin, wa qiyaamii fiihi qiyaamal qaaimiin, wa nabbihnii fiihi an nawmatil ghaafiliin, wa hablii jurmii fiihi yaa Ilaahal alamiin, wafu annii yaa aafiyan anil mujrimiin.”

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang-orang sejati, bangunkanlah aku di bulan ini dari kelelapan tidur orang-orang yang lupa dan ampunilah segala kesalahanku, wahai Tuhan semesta alam, dan ampunilah aku, wahai pengampun orang-orang yang bersalah.”

Hari kedua:

“Allaahumma qarribnii fiihi ilâ mardhaatika, wa jannibnii fiihi minsakhatika wa naqimaatika, wa waffiqnii fiihi liqiraa ati ayaatika birahmatika yaa arhamar raahimiin.”

Artinya:

“Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.”

Hari ketiga

“Allaahummarzuqnii fiihidz dzihna wattanbiih, wa baaidnii fiihi minas safaahati wattamwiih, wajallii nashiiban min kulli khyarin tunzilu fiihi, bijuudika yaa Ajwadal ajwadiin.”

Artinya:

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.”

Hari keempat

“Allaahumma qawwinii fiihi alaa iqaamati amrika, wa adziqnii fiihi halaawata dzikrika, wa awzinii fîhi liadaai syukrika bikaramika, wahfazhnii fiihi bihifzhika wa satrika, yaa Absharan naazhiriin.|”

Artinya:

“Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.”

Hari kelima

“Allaahummajalnii fiihi minal mustaghfiriin, wajalnii fiihi min ibaadikash shaalihiinal qaanitiin, wajalnii fiihi min awliyaaikal muqarrabiin, birafatika yaa Arhamar raahimiin.”

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.”

Hari keenam

“Allaahumma laa takhdzulnii fiihi litaarrudhi mashiyatika, wa laa tadhribnii bisiyaathi naqimika, wa zahrihnii fiihi min muujibaati sakhatika, bimannika wa aayaatika yaa Muntahaa raghbatir raaghibiin.”

Artinya:

“Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.”

Hari ketujuh

“Allaahumma ainnii fiihi alaa shiyaamihi wa qiyaamihi, wajadzdzibnii fiihi min hafawaatihi wa aatsaamhi, warzuqnii fiihi dzikraka bidawaamihi, wa bitawfiiqika yaa Hâdil mudhilliin.”

Artinya:

“Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.”

Hari kedelapan

“Allaahummarzuqnii fiihi rahmatal aytaam, wa ithaamath tha aam, wa ifsyaa as salaam, wa shuhbatal kiraam, bithawlika yaa Malja-al aamiliin.”

Artinya:

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.”

Hari kesembilan

“Allaahummajallii fiihi nashîbam mir rahmatikal waasiah, wadinii fiihi libaraahiinikas saathiah, wa khudz binaashiyatii ilaa mardhaatikal jaamiah, bimahabbatika yaa Amalal musytaaqiin.”

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.”

Hari kesepuluh

“Allaahummajanii fiihi minal mutawakkiliina alayka, wajalnii fiihi minal faaiziina ladayka, wajalnii fiihi minal muqarrabiina ilayka, bi-ihsaanika yaa Ghaayatath thaalibiin.”

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.”

10. Persiapan Lailatul Qadar

Di sepuluh hari pertama adalah waktu untuk membiasakan diri melakukan amalan-amalan baik, seperti membaca Alquran, zikir, dan shalawat. Hal tersebut menjadi salah bentuk persiapan diri agar siap menjalani malam lailatul qadar di 10 hari terakhir ramadhan.

Itulah rangkaian keutamaan puasa 10 hari pertama di bulan Ramadan yang bisa kita ajarkan pada anak di rumah. Dukung anak untuk semakin rajin beribadah. Semoga tidak ada kendala selama menunaikan ibadan puasa Ramadan..

Amiiiiiiiin…

Sumber : Artikel Islam Bulan Ramadhan (popomama)

Total Page Visits: 81 - Today Page Visits: 2

Leave a Reply