11/05/2021

PEMENUHAN HAK LANSIA DAMPAK PANDEMI COVID-19 SALURKAN HOBI BERKEBUN

aktivitas berkebun relawan LLHPB Aisyiyah Jepara

Penulis : Deny Ana I’tikafia
LLHPB Aisyiyah Jepara

Lansia pada umumnya menghadapi resiko yang signifikan terkena Covid-19. Dari data WHO menunjukkan bahwa > 95% kematian terjadi pada usia 60 tahun atau lebih, dan > dari 50% kematian terjadi pada usia 80 tahun atau lebih. WHO juga mengingatkan bahwa semua lansia harus di dukung untuk memastikan mendapatkan apa yang dibutuhkan. Semua lansia harus diperlakukan dengan hormat dan bermartabat selama pandemi ini.

Menurut Vita Priantini Dewi dari Komunitas Center & Aging Sosiety (CAS) IU, saat ini dalam masa pandemi Covid-19 terdapat istilah “kebiasaan baru” harus dijalankan oleh semua penduduk termasuk juga oleh lansia. Terdapat hak lansia untuk melangsungkan kehidupannya di masa kebiasaan baru ini yaitu dalam hal pemenuhan kebutuhan mata pencaharian, kebutuhan bersosialisasi, kebutuhan mendapatkan layanan kesehatan,dll. Namun kesemuanya ini menjadi terbatas. Lansia diisolasi secara fisik untuk batas waktu tertentu, interaksi non fisik lewat komunikasi digital atau melakukan penjagaan kesehatan lansia terpisah dari keluarga atau menyatu dengan keluarga karena tidak ada tempat tinggal lain. Adanya kebijakan untuk tetap tinggal di rumah dan langkah langkah lain yang membatasi pergerakan, dapat berkontribusi pada peningkatan kekerasan pada lansia, stress, terganggunya hubungan sosial, hilangnya pendapatan dan berkurangnya akses ke berbagai layanan dapat memperburuk resiko kekerasan bagi lansia.

Perubahan sudah terjadi dalam masa pandemi ini, cara hidup baru memberi corak baru pada perubahan kehidupan lansia yang terutama bertumpu pada peningkatan kemandirian dan ketrampilan menggunakan peralatan digital. Selain diperlukan kemandirian lansia untuk melindungi dirinya di tengah kelangkaan keluarga yang tidak dapat mendampingi, diperlukan pula sikap dan perilaku masyarakat dan keluarga untuk melindungi lansia dari diskriminasi dan berbagai bentuk kekerasan fisik dan mental.

Bagi generasi muda perlu menyadari kebutuhan lansia seperti kebutuhan untuk memperkuat daya tahan tubuh, kebutuhan berinteraksi dan kebutuhan lainnya, hargai karya dan pengetahuan lansia tentang kearifan budaya untuk mengisi kehidupannya dirumah dan di luar rumah, demi memenuhi kebutuhan psikologisnya.

Dalam pemenuhan hak lansia perlu menjaga keseimbangan antara faktor biologis, psikologis mental spiritual dan sosial budaya.
Faktor biologis : memenuhi kebutuhan biologis (seperti penjagaan terhadap kesehatan fisik lansia dll). Faktor psikologis mental spiritual : memenuhi kebutuhan psikologis mental dan spiritual lansia, kebutuhan untuk disayangi, dilindungi, dihindarkan dari diskriminasi dari berbagai bentuk kekerasan, membuat lansia merasa dihargai dll. Faktor sosial budaya : melibatkan lansia dalam kegiatan keluarga dan masyarakat, memberi peluang bagi lansia untuk mengekspresikan budaya suku bangsanya antara lain kuliner tradisional, juga hobi berkebun dan bercocok tanam dan masih banyak kegiatan lain terutama berbagai hal yang bermanfaat.

Hobi berkebun ini tersalurkan berkat adanya Program yang diadakan oleh MCCC Wilayah Jateng melalui Kegiatan Keluarga Tangguh Covid (Katavid). Para ibu aisyiyah bergerak untuk memenuhi ketahanan pangan dan ekonomi,diantaranya dilakukan oleh ibu Sri Mundar Eko Nuraini, yang berdomisili di desa Pakis Aji Jepara sebagai salah satu Pimpinan Cabang.
Jabatan beliau di Pimpinan Daerah Aisyiyah sebagai anggota Lembaga Kebudayaan.”Senang sekali kegiatan ini sebagai pengganti acara mengaji yang terhenti karena ada corona, semua perlu di coba ditanam ada stroberi, mint, wortel, bawang, lombok,kangkung, jahe merah, terong dan masih banyak lagi,tidak menyangka kalau bisa berhasil”ungkapnya.

Menyiasati mahalnya media tanam “Untuk menghemat biaya, pot untuk bertanam tidak harus beli, bisa memakai wadah bekas oli, bekas air mineral, plastik bekas kemasan minyak goreng, bekas sabun cuci dan lain-lain, seadanya” terangnya.
Dengan adanya kegiatan berkebun bisa menjadi sebuah acara yang menggembirakan bagi ibu-ibu karena gembira membuat daya tahan tubuh/imun jadi lebih kuat.

Jepara, 4 Agustus 2020/
14 Dzulhijjah 1441 H

Total Page Visits: 212 - Today Page Visits: 1