22/04/2021

PESERTA SEKOLAH WIRAUSAHA AISYIYAH IKUTI PRAKTEK LAPANGAN

Jepara- Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Aisyiyah (MEKDA) Kabupaten Jepara.dalam mengelola kegiatan Sekolah Wirausaha (SWA) Tahap 1 zona area selatan yaitu Mayong dan sekitarnya; mengadakan praktek lapangan ke kelompok wanita tani Srikandi pada hari sabtu 7/11/2020 M bertepatan dengan 21 Rabiul Awal 1442 H.

Diterima secara langsung oleh salah satu pemilik usaha pembuatan Mokaf yaitu Ibu Marfuatin di daerah Cepogo Kec Kembang Jepara,yang juga aktifis dalam beraisyiyah, beliau dengan tangan terbuka menerima para peserta SWA berasal dari Mayong berjumlah 31 orang didampingi oleh ibu ibu PCA Mayong, siap untuk memberikan pengarahan cara pembuatan mokaf dari awal yaitu sejak pengupasan keteka pohon hingga menjadi tepung mokaf bahkan sampai pemprosesan menjadi beraneka ragam kudapan sehat.

Sangat antusias , peserta didik SWA dalam mengikuti kegiatan tersebut dengan harapan sepulang dari pelatihan bisa diterapkan ilmunya, untuk memproses ketela pohon jenis markonah, bermanfaat serta menambah penghasilan, memperkuat perekonomian keluarga.

Hadir dalam kegiatan tersebut ketua PDA Jepara Sugiarti, Ketua Majelis Ekonomi PDA Jepara Umi Kulsum, beserta jajarannya yaitu ibu Murni dan Ibu Yuliati, Ketua PCA Mayong, ibu Sri Mulyani.

Dalam sambutannya, ketua PDA memberikan sambutan dan pengarah,”Mohon kiranya ibu ibu yang mengikuti kegiatan ini, ilmu yang didapatkan dimanfaatkan, kita sudah waktunya tidak seperti dulu lagi hanya di rumah, sekarang harus bisa menjadikan keluarga bahagia lahir batin, sejahtera sakinah mawaddah wa rahmah,” pintanya

Disinggung mengenai tingkat kesejahteraan, tidak semua wanita dalam mengarungi kehidupan dalam berumah tangga sama,”Kita harus bersyukur, oleh Aisyiyah diharapkan ibu aisyiyah khususnya mengajak ibu ibu dalam bermasyarakat pada umumnya menjadi perempuan yang berkemajuan, ada nilai kepuasan tersendiri,” harapnya penuh semangat,

Perempuan di bawah kepemimpinannya sebagai ibu rumah tangga,”Tidak boleh menyombongkan diri, merasa bisa menopang perekonomian keluarga,harus bersyukur telah diberikan izin dan kesempatan oleh suami sebagai kepala keluarga untuk ikut berkiprah dalam menambah pendapatan keluarga, harus bersyukur, saling menghormati di rumah, menyayangi anak-anak kita, diberikan bekal ilmu yang lebih tinggi dari orang tuanya dengan harapan mencetak generasi yang handal,”paparnya mengakhiri sambutan.

Acara dilanjut dengan praktek lapangan, membuat aneka macam kudapan, sampai jelang dhuhur, sholat berjamaah , ramah tamah dan peserta kembali ke Mayong dengan semangat, puas telah menimba ilmu, dan berbulat tekat segera untuk menerapkan ilmunya.

Kontributor : Deny Ana I’tikafia

Jepara- Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Aisyiyah (MEKDA) Kabupaten Jepara.dalam mengelola kegiatan Sekolah Wirausaha (SWA) Tahap 1 zona area selatan yaitu Mayong dan sekitarnya; mengadakan praktek lapangan ke kelompok wanita tani Srikandi pada hari sabtu 7/11/2020 M bertepatan dengan 21 Rabiul Awal 1442 H.

Diterima secara langsung oleh salah satu pemilik usaha pembuatan Mokaf yaitu Ibu Marfuatin di daerah Cepogo Kec Kembang Jepara,yang juga aktifis dalam beraisyiyah, beliau dengan tangan terbuka menerima para peserta SWA berasal dari Mayong berjumlah 31 orang didampingi oleh ibu ibu PCA Mayong, siap untuk memberikan pengarahan cara pembuatan mokaf dari awal yaitu sejak pengupasan keteka pohon hingga menjadi tepung mokaf bahkan sampai pemprosesan menjadi beraneka ragam kudapan sehat.

Sangat antusias , peserta didik SWA dalam mengikuti kegiatan tersebut dengan harapan sepulang dari pelatihan bisa diterapkan ilmunya, untuk memproses ketela pohon jenis markonah, bermanfaat serta menambah penghasilan, memperkuat perekonomian keluarga.

Hadir dalam kegiatan tersebut ketua PDA Jepara Sugiarti, Ketua Majelis Ekonomi PDA Jepara Umi Kulsum, beserta jajarannya yaitu ibu Murni dan Ibu Yuliati, Ketua PCA Mayong, ibu Sri Mulyani.

Dalam sambutannya, ketua PDA memberikan sambutan dan pengarah,”Mohon kiranya ibu ibu yang mengikuti kegiatan ini, ilmu yang didapatkan dimanfaatkan, kita sudah waktunya tidak seperti dulu lagi hanya di rumah, sekarang harus bisa menjadikan keluarga bahagia lahir batin, sejahtera sakinah mawaddah wa rahmah,” pintanya

Disinggung mengenai tingkat kesejahteraan, tidak semua wanita dalam mengarungi kehidupan dalam berumah tangga sama,”Kita harus bersyukur, oleh Aisyiyah diharapkan ibu aisyiyah khususnya mengajak ibu ibu dalam bermasyarakat pada umumnya menjadi perempuan yang berkemajuan, ada nilai kepuasan tersendiri,” harapnya penuh semangat,

Perempuan di bawah kepemimpinannya sebagai ibu rumah tangga,”Tidak boleh menyombongkan diri, merasa bisa menopang perekonomian keluarga,harus bersyukur telah diberikan izin dan kesempatan oleh suami sebagai kepala keluarga untuk ikut berkiprah dalam menambah pendapatan keluarga, harus bersyukur, saling menghormati di rumah, menyayangi anak-anak kita, diberikan bekal ilmu yang lebih tinggi dari orang tuanya dengan harapan mencetak generasi yang handal,”paparnya mengakhiri sambutan.

Acara dilanjut dengan praktek lapangan, membuat aneka macam kudapan, sampai jelang dhuhur, sholat berjamaah , ramah tamah dan peserta kembali ke Mayong dengan semangat, puas telah menimba ilmu, dan berbulat tekat segera untuk menerapkan ilmunya.

Kontributor : Deny Ana I’tikafia

Total Page Visits: 1362 - Today Page Visits: 3