11/05/2021

Pesta Sampah Jadi Berkah dan Menghasilkan Rupiyah

Setor Sampah jadi Rupiah

Jeparamu.or.id – Jepara – Direktur Utama Bank Sampah Induk (BSIJ )Jepara Anis Surahman mengintruksikn kepada Nasirin selaku kader penggiat lingkungan hidup dinas kabupaten Jepara serta penanggung jawab lahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir(TPA) Bandengan,sore ini kedatangan tamu dari wilayah utara yaitu srikandi- srikandi sebutan akrab dari perwakilan Bank Sampah Rujukan di kecamatan Keling yang belum lama ini mengadakan MOU dengan BSIJ.

bank sampah induk jepara

Merasa terangkat nama BSIJ saat ini yang sudah bekerja sama dengan Bank Sampah PupurLelet Wulan Aji(PPW) yang merupakan singkatan dari enam nama desa wilayah utara binaan sanitarian UPTD Puskesmas Keling 1 Setyo Wardoyo yaitu Klepu,Tempur,Kelet,Jlegong,Damarwulan dan Watuaji.

Dalam waktu yang bersaman,sebelumnya kita melihat kondisi langsung di kantor pusat BSIJ Jepara.Karena waktu sudah sore jadi semua crew BSIJ sudah saatnya pulker alias pulang kerja,jadi kita beralih lokasi di tempat pemilahan sampah untuk mengambil sampah kain untuk diproduksi menjadi masker guna pencegahan penularan covid – 19 saat ini yang masih begitu kencang dalam grafik meningakat setiap harinya.
Jepara prihatin,Jepara waspada,dengan kondisi new normal kita sebagai kader dan penggiat lingkungan serta tim pengurus Keluarga Tangguh Covid-19(Katavid) Jepara selalu berusaha dan menghimbau kepada semua masyarakat untuk selalu mengindahkan himbauan kesehatan dengan memakai masker ketika keluar rumah,menjaga jarak dan cuci tangan memakai sabun setiap saat.

Diluar prediksi kami,ketika menyaksikan langsung dilahan gunungan sampah yang semakin menumpuk,ternyata masih ada pasutri pasangan suami istri (Kandik/Sulthonah) dengan gesit dan lincah memilah sampah setiap hari dari pukul 07.00 sampai 17.30 yang mengahasilkan banyak rupiah guna mencukupi kebutuhn keluarga setiap harinya.”Kita bersyukur selama diberikan nikmat keaehatan selalu memilah sampah di bawah gunungn sampah sebagai kegiatan rutinitas karena orang rendahan” ujarnya dengan lugu. selain pasutri masih ada Sukri,bukan pemilah sampah tetapi pencari sampah basah sisa makanan guna untuk memberi makan ternak dirumah,tidak cuman satu ember saja bahkan lebih ketika serius dalam pencariannya” ucapnya”.

Kontributor – Kusnitah -Kader DLH Jepara

Total Page Visits: 231 - Today Page Visits: 1