11/05/2021

Kisruh Masalah Pupuk, Pemuda Muhammadiyah Jepara Dampingi Petani Lapor Bupati

Jepara – Mendengar keluhan terkait masalah pupuk bersubsidi PDPM (Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah) Jepara dampingi petani untuk bertemu Bupati. Dilaporkan sebanyak 476 petani asal Desa Plajan Pakis Aji Jepara tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi karena kuota kartu tani kosong. Untuk menjawab permasalahan ini, audiensi dengan Bupati Jepara diselenggarakan pada Senin (1/3/21) bertempat di Rumah Dinas Bupati.

Roy Alviantoro, Ketua PDPM Jepara menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah kali ini untuk menjembatani para petani dengan Pemerintah Kabupaten “masalah kartu tani yang kuotanya kosong sebelumnya sudah dilakukan upaya pelaporan sampai tingkat kecamatan namun belum ada hasil” katanya. Dirinya bersama rombongan ingin mendapat penjelasan dan solusi tentang masalah ini.

Dalam data masalah yang disajikan terdapat dua pokok persoalan yang diharapkan segera bisa diselesaikan diantaranya kartu tani yang tidak di isi kuota pupuk di tahun 2021 sebanyak 476 petani dan memohon untuk proses percepatan pembuatan kartu tani baru bagi petani yang belum memiliki kartu taniNgardi, Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Plajan mengungkapkan bahwa bulan Januari dan Februari merupakan masa pemupukan untuk sawah, namun banyak yang tidak bisa beli pupuk bersubsidi “Padahal sudah jelas pupuknya tersedia di pengecer, tapi kami tidak bisa membelinya karena alasan kuota kartu tani kosong” jelasnya. Hal ini membuat kisruh dan saling fitnah antara petani dan pengecer pupuk.

Setelah mendengar keluhan dan permasalahan yang dihadapi petani Wasiyanto, Asisten II Sekda Jepara memberikan solusi sementara yaitu untuk pembelian pupuk dengan sistem gotong royong. “Sambil menunggu proses penyelesaian data petani yang masih memiliki saldo dalam kartu tani dikumpulkan jadi satu untuk dibelanjalan pupuk dan dipakai secara bersama kemudian dicatat oleh petugas dikemudian hari diganti ketika kuota kartu tani sudah terisi” terangnya.

Selanjutnya dirinya atasnama pemerintah berharap Pemuda Muhammadiyah menjadi juru bicara untuk menyampaikan kepada masyarakat “supaya tidak menjadi gejolak atas keterlambatan pengisian kuota kartu tani” ujarnya.

Acara ini diikuti oleh Disperindag, DKPP Jepara , Petugas PPL Kecamatan Pakisaji, Gapoktan, Pengecer pupuk, Perwakilan BRI, Perwakilan Perusahaan Pupuk serta PDPM Jepara.

Total Page Visits: 924 - Today Page Visits: 2