Berita Terbaru

Untuk Menghindari Resiko Kesehatan Anak, SMP Muhammadiyah Keling Melakukan ini

Loading

Jeparamu.or.id _ SMP Muhammadiyah Keling melaksanakan skrining prilaku merokok kolaborasi dengan tim kesehatan dari UPTD Puskesmas Keling 1.Hadir dalam pelaksanakan skrining adalah dr. Ardhian, Endang Iswahyuningrum, AMK perawat / Programer PTM ( penyakit tidak menular), M. Fahri Nasyruddin, SKM Programer Promkes( promosi kesehatan) / Penyuluh Kesmas( kesehatan masyarakat). Rabu, 30 Agustus 2023M bertepatan dengan 14 Safar 1445 H di aula terbuka lantai dua gedung SMP Muhammadiyah Keling diikuti oleh 35 siswa laki- laki .

Dalam sambutannya Fahri menjelaskan apa itu Skrining. Skrining dilakukan untuk mendapatkan data awal perilaku merokok di lingkungan sekolah, dan perilaku merokok warga sekolah, baik siswa, guru dan orang – orang yang terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar. “”Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk usaha berhenti merokok” sambut Fahri.
Sebelum pelaksanaan skrining Endang menyampaikan beberapa hal terkait dampak merokok pada anak usia sekolah atau remaja yang merokok biasanya akan mengalami gejala kurang fokus belajar, sulit memahami pelajaran karena mengalami penurunan daya tangkap, kurang aktif, mengalami gangguan kecemasan, hingga menyebabkan anak tersebut mengalami depresi.

Endang juga menyampaikan cara menghindari pengaruh untuk merokok diantaranya,
hindari berkumpul dengan teman – teman yang sedang merokok.
Yakinlah,bahwa rokok bukan satu – satunya sarana pergaulan.
Jangan malu mengatakan bahwa diri kita bukan perokok.
Perbanyak mencari informasi tentang bahaya rokok.

Perilaku merokok siswa disebabkan faktor individu yaitu rasa ingin coba-coba karena penasaran, ingin ikut-ikutan teman-temannya, kemudian pada akhirnya menyebabkan mereka ketagihan” terang Endang”.

” Alasan kenapa siswa tidak boleh merokok karena dapat merusak kesehatan anak bangsa. Itu alasan paling utama. Sedangkan menurut pemerintah karena dapat mengganggu orang – orang yang berada di sekitar perokok dan melanggar peraturan dilarang merokok di tempat umum apalagi di sekolah”sambut dr Ardhian.

Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia diantaranya banyak zat beracun dan bersifat karsinogenik yang bisa tinggal di suatu permukaan. Bila terpapar dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan meningkatkan resiko kanker, serangan asma, masalah paru – paru, infeksi tenggorokan dan mata.

Efek dari perokok yang paling pertama merusak organ tubuh akibat asap rokok adalah paru-paru. Asap rokok tersebut terhirup dan masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan paru-paru mengalami radang, bronchitis, pneumonia. Maka sebaiknya sebelum hal itu terjadi lebih baik berhenti merokok dari sekarang”pungkas dr Ardhian”.
Setelah skrining selesai, bapak dan ibu guru serta karyawan dipersilahkan periksa GDL( gula darah) dengan gratis.

Kontributor – Kusnitah

Total Page Visits: 291 - Today Page Visits: 1
PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com